MIMIKA - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyatakan berhasil mengamankan puluhan senjata api, ratusan amunisi, serta melumpuhkan sejumlah tokoh yang diduga terlibat dalam aktivitas kelompok separatis TPNPB-OPM dalam rangkaian operasi pengamanan di wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, dalam keterangan pers di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (8/5/2026).
Menurut Lucky Avianto, operasi pengamanan yang dilaksanakan oleh satuan tugas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dan Koops TNI Habema dilakukan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi gangguan keamanan di sejumlah wilayah Papua.
“TNI melaksanakan operasi secara cepat, taktis, dan profesional dengan tetap berpedoman pada Rules of Engagement (ROE), hukum, hak asasi manusia, serta prinsip-prinsip kemanusiaan, ” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi.
“Kami memegang teguh prinsip bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Karena itu, perlindungan terhadap masyarakat Papua selalu menjadi perhatian utama dalam setiap tindakan di lapangan, ” katanya.
Dalam operasi tersebut, aparat TNI disebut berhasil mengamankan berbagai barang bukti, antara lain puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, alat pengintai, uang tunai, hingga atribut separatis berupa Bendera Bintang Kejora.
Selain penyitaan barang bukti, TNI juga mengklaim berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh yang diduga terlibat dalam aktivitas TPNPB-OPM di beberapa wilayah Papua.
Beberapa nama yang disebut antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, Jeki Murib, Lau Gwijangge, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, Serlu Wonimbo, serta tiga anggota lainnya di wilayah Paniai.
Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto juga menyampaikan penghormatan kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan di Papua.
Ia menilai keberhasilan operasi tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta dukungan masyarakat Papua.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan pembangunan di Papua terus berjalan, ” tegasnya.
Kogabwilhan III juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memicu keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
Melalui operasi pengamanan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
(Sumber: Kogabwilhan III)

Updates.